Jombang, Indonesia Emas |Grebek Suro sedekah bumi Istilah dalam merayakan acara tahunan bulan jawa ( bulan suro ) bulan penuh makna yang di anggap bulan keramat, bulan berkabung.
karena saat ini pas tanggal 10 suro adalah gugurnya Raden Mas Said tragedi Karbala jadi nuansa terasa sepi,lakukan tirakat, refleksi diri orang jawa bilang.
Bulan suro bulan seng angel, ( bulan yang rawan penuh ujian menguji kesabaran ).
Pada hari Sabtu 20/06/2026 tepatnya di Desa Banjaragung, Bareng, Jombang, Dirayakan acara “GREBEK SURO, SEDEKAH BUMI” Diikuti serempak seluruh masyarakat Desa Banjaragung, Bareng, jombang, dan di ikuti 26 RT untuk arak arakan mengelilingi desa, jadi setiap RT memang di wajibkan mengikuti acara tersebut untuk menampilkan kegiatan berbagai macam kreasi.
Ada yang menampilkan kesenian tradisional, seperti kuda lumping, drama kolosal, joget, menari, dan berbagai macam kesenian lainya, dengan di iringi berbagai alat musik baik tradisional maupun modern yang di kemas secara profesional dan berkapasitas tinggi seperti suond HOREG dan LIGTING ,berbagai sorot warna cahayanya yang memancar terang sehingga menghiasi alam cakrawala di sekitar tempat acara .
Masyarakat sungguh terpesona, antusias, bergembira.
Acara di mulai sekitar pukul 13. 00.WIB dengan titik kumpul di Dusun Serning dan berakir di gang Lebar Dusun Banjaragung.
Acara disaksikan oleh seluruh masyarakat luas dari berbagai kalangan, bahkan dari luar daerahpun ikut hadir menyaksikan acara tersebut .
Sungguh hiburan mempesona untuk disaksikan dan sangat menakjubkan.
Semua itu tidak lepas dari peran serta masyarakat yang begitu semangat sudah mempersiapkan sebelumnya, baik dari segi pelatihan persiapan fisik juga masalah pendanaan . Semua di lakukan dengan cara swadaya dan gotong royong, supaya kegiatan bisa terlaksana dengan baik dan sempurna.
Untuk melaksanakan tradisi tahunan tersebut
Ini adalah suatu bentuk, kekompakan, kurukunan dan kebersamaan dari warga masyarakat satu dengan yang lainya.
Sebagai rasa syukur atas nikmat Allah SWT yang telah di berikan kepada kita semua,
Tidak lupa semua masyarakat di tiap RT untuk menampilkan kreasi hasil bumi, yang selama ini jadi ladang penghasilanya.
Seperti, padi, jagung, sayur sayuran dan buah buahan ,semuanya di kemas menyerupai tumpeng, dengan berbagai bentuk ukuran dan warna, sehingga kelihatan menarik menyerupai gunungan.
Tidak lupa “KETUPAT LEPET” di tata rapi sebagai simbul kemakmuran di masyarakat desa banjaragung pada umumnya.
Sumardi SH. MH. atau yang akrap di panggil CS(Cak Sumardi), Anggota DPRD JATIM, juga rotor pendukung acara ini .
,CS mengatakan “sangat bangga karna acara ini bisa di laksanakan baik,di setiap tahun.Supaya tradisi jawa ini awet tidak hilang di gerus zaman”,tandasnya;penuh bahagia.
Hadir pula Camat Bareng, BABINKABTIPMAS beserta jajaranya untuk mensuport acara tersebut.
Selaku penanggung jawab acara,Kades Banjaragung Hasan Sulaiman juga membenarkan sangat senang dan puas.
“Acara ini perlu di URI – URI supaya adat jawa tidak lepas begitu saja, untuk tahun berikutnya bisa di tata kembali soal waktu dan keberangkatan dengan sebaik mungkin supaya tertip dan teratur sehingga tambah meriah”,ucap Hasan sambil tersenyum bahagia.
“Besok juga masih ada hiburan berupa wayang kulit ki dalang RUDI GARENG dari Blitar dengan bintang tamu NIKEN SALINDRI artis jawatimur”, ucap Hasan diahir bincang bincang dengan ,Media Indonesia Emas.
Dipersiapkan pula lokasi yang cukup luas dan memadahi sehingga bisa menampung berbagai aktifitas para pedagang, baik UMKM maupun pedagang umum lainya yang bebas untuk memilih tempat,oleh panitia acara tersebut.
(IQBAL).












